Pluralisme dalam Islam dan tantangan masyarakat multikultural

 Pluralisme dan multukulturalisme Indonesia 

Pada artikel kali ini saya akan menyajikan sebuah pembahasan yang menurut saya jarang orang mengetahui hal ini, begitu pula dengan saya sendiri. Mari melanjutkan membaca, saya akan membahas pluralism dan multukulturalisme dalam berbagai aspek. 

Menurut pelajaran bahasa inggris kata plural itu artinya adalah jamak

Pluralisme, sebelum membahas lebih lanjut kita perlu ketahui bahwa pluralism dan pluralitas itu tidak sama melainkan berbeda. Pluralitas adalah keragaman yang tidak mampu ditolak yang menghadirkan keharmonisan dalam kehidupan , sperti ada laki laki dan ada perempuan yang beragam, ada pula bicara yang berbeda beda terdapat dalam al quran surah 30 yaitu surah arrum dari ayar 11 samoai ayat ke 12 yang menjelaskan tanda tanda kekuasaan allah. Diaantar tanda tanda kekuasaan allah yang allah sebut, ada satu ayat yang menyatakan bahwa diantara tanda kebesaran allah menciptakan pluralitas diantaranya beda warna kulit dan warna lisa kita ( car akita berbicara ). Tidak terbayang klu kulit kita semua warna Putih, kalau kulit kita semuanya sama tentu keharmonian dalam perbedaan itu tidak akan kita rasakan itulah mengapa allah ciptakan kita berbeda beda, ada yang putih, ada sawo matang dan ada yang sawo matang banget. Hal ini bukanlah perbedaan ras, karena yang paling indah itu adalah penyyesuaian cuaca seperti di sudan, jika kalian pernah ke sudan ada distriic yaitu ada emapt pegmen kulit, yaitu putih, hitam, coklat, dan ungu. Masya allah, allah begitu adil karena tidak semua ke empat egmen kulit ini dapat bertahan di tempat yang lain. Yang menakjubkan menurut saya adalah mungkin didaerah yang berkulit ungu semisalkan mereka ingin memakan telur goreng mereka hemat tidak perlu memakai gas, cukup menyimpannya di bawah terik matahari. Jadi jangan kita mel;ihat rasialitasnya melainkan lihatlah keharmonisannya. Selain di luar negri kita juga melihat perbedaan itu di negara kita sendiri, misalnya perbedaan logat, Bahasa, istilah, dan aksen di berbagai daerah. Tapi itu tidak menjadi masalah karena kita punya Bahasa Indonesia untuk menyatukan hal tersebut, dengan perbedaan hal ini ada keragaman dan muncullah bhinneka tunggal ika (berbeda beda namun tetap satu juga ). 


Pluralisme adalah doktrin atau ajaran yang mengajarkan bahwa semua yang berbeda ini disatukan dalam satu tujuan. Tapi hal ini berbahaya Ketika kita bawa dalam agama, maksudnya adalah menyatukan semua agama yang berbeda beda dan memiliki tujuan yang sama, menuju kepada tuhan yang sama cumin jalan menuju tuhannya yang berbeda beda dan ini sudah termasuk agama baru, karena setiap agama itu pasti meyakini dia benar. Jadi yang harus kita lakukan agar tidak terjebak dalam ajaran yang membuat kita sesat, kita harus memperkuatkan iman kita dan meyakini bahwa tidak ada tuhan selain allah.


Indonesua adalah negara dengan masyarakat multikulturalisme terbesar karena terdiri dari berbagai ras, budaya, agama, dan suku. Ada kurang lebih sekitar 1.340 suku bangsa di Indonesia. Sama halnya dengan plural dan pluralism, multicultural dan multikulturalisme juga berbeda. Masyarakat Multicultural adalah berdasarkan situs resmi kementrian pendididkan dan kebudayaaan RI istilah masayarakat multikultural terdiri dari tiga kata yaitu masyarakat, multi, dan kultural. Masyarakat adalah satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut system adat istiadat terteentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh perasaan Bersama. Multi berarti banyak atau beraeka ragam, sedangkan kultural berarti budaya . nah Adapun masyarakat multicultural adalah masyarakat yamg terdiri berbagai macam suku yang masing masing punya struktur budaya yang berbeda beda. Konsep masyarakat multicultural adalah masyaraakat yang punya Banyak suku dan budaya dengan beragam adat istiadat 


Adapun dengan kata multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagunghkan perbedaan. Adapun perbedaan yang dimasksud adalah perbedaan orang perorang atau perbedaan budaya seperti nilai-nilai, system, budaya, kebiasaan, dan politik.

Multikulturalisme di era globalisasi

Multikulturalisme modern di dalam era globalisasi bersifat terbuka dan melihat keluar. Multikulturalisme tidak hanya berarti beragamnay kelompok etis dalam sebuah negara, tetapi juga seluruh kelompok etnis yang Bergama 

 Adapun beberapa tantangan yang pernah terjadi di indonesaia adalah berbagai konflik yang disebabkan oleh perbedaan pandangan. 

1. Tragedy sempit pada tahun 2001, tahun 2001 adalah salah satu sejarah kelam bangsa Indonesia terutama di daerah sampit. Tragedy ini adalah kerusuhan yang amat mengerikan antar dua suku yaitu sukiu Dayak dan suku madura. 

2. Konflik antar agama di ambon tahun 1998, konflik ini awalnya dioaanggap sebagai konfli biasa, namun muncul sebuah dugaan sengaja merencanakan denga memanfaatkan isu yang ada. Kerusuhan yang terjadi di ambon membuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia jadi memanas hingga waktu yang cukup lama.

3. Konflik antar etnis pada tahun 1998, konflik ini diawali dengan krisis moneter yang mengakibatkan sendi sendi negara lumpuh dan meluas hingga berubah menjadi konflik antar etnis pribumi dan etnis tionghoa, konflik ini mengakibatkan banyaknya asset asset tionghoa dijarah dan dibakar, selain itu banyak laporan yang menyatakan telah terjadi pelecehan seksual dan pembunuhan pun tak bisa dihindari 

4. Konflik antar golongan dan pemerintahan, konflik antar golongan memang sering terjadi di Indonesia namun yang paling pariah adalah perlawanan GAM terhadap pemerintah yang akhirnya dibawa kedunia internasional.

Inilah bebrapa hal yg mungkin sulit untuk dihilangkan di indinesia sebagai negara yang memiliki masyarakat multicultural

Komentar